Tuesday, June 9, 2015

Gedung Tinggi, Bekasi IV

BAB IV
USULAN PELESTARIAN

A. Kesimpulan

Bangunan Gedung Tinggi di Bekasi ini sangat perlu direvitalisasi agar kepunahan bangunan cagar budaya di kota Bekasi tidak terus berlanjut, sehingga generasi yang akan datang tetap bisa menyaksikan bukti perjuangan bangsa ini mengusir para penjajah.

B. Usulan Pelestarian

Dilihat dari kondisi eksisting dari bangunan Gedung Tinggi ini, sebenarnya banyak sekali usulan yang dapat diajukan. Namun, mengingat bangunan ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya, maka penanganannya perlu sangat diperhatikan. berikut beberapa usulan yang diajukan guna menghidupkan kembali aktivitas manusia serta fungsi gedung yang semakin mati:


  • Perlu dilakukan revitalisasi atau menghidupkan kembali fungsi dari bangunan Gedung Tinggi ini. Salah satu caranya yaitu dengan mengalihfungsikan bangunan ini. Banyak sekali kegiatan-kegiatan yang dapat diwadahi oleh bangunan ini, diantaranya seperti dijadikan Museum atau perpustakaan, bangunan pemerintahan, dijadikan pusat transportasi antar kota seperti terminal dan lain sebagainya.
  • Dilakukan peremajaan dibagian interior bangunan yang sudah sangat tidak terawat. Hal ini dapat menjaga bangunan untuk dapat berdiri lebih kokoh dalam jangaka waktu yang lebih lama.
  • Pengawasan dari semua pihak baik dari pengelola bangunan dan pengunjung harus maksimal agar keberadaan bangunan ini dapat dipertahankan dalam jangka waktu panjang agar Indonesia bangga mempunyai bangunan-bangunan sejarah yang selalu dilestarikan dengan baik.

Gedung Tinggi, Bekasi III

BAB III
KONDISI EKSISTING

A. Kondisi Eksisting

Gedung Juang 45 atau disebut juga dengan nama Gedung Juang berlokasi di Jalan Sultan Hasanudin No. 5, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi. Bangunan yang memiliki nama lain Gedung Tinggi ini mulanya milik seorang landherr (tuan tanah) keturunan Cina bernama Kouw Tjing Kee.


Gedung Juang dibangun dalam dua tahap yakni tahun 1906 dan 1925. Tidak seperti bangunan lain pada masa penjajahan Belanda, gedung tersebut dibuat dengan mengkombinasikan arsitektur Eropa dengan gaya bangunan tradisional Indonesia. Gedung Tinggi terdiri atas dua lantai. Setiap lantai memiliki ketinggian 4 meter. Dindingnya terbuat dari batu bata merah dengan ketebalan 15 sentimeter. Lantainya dibuat dari ubin berkualitas tinggi dengan corak bunga warna merah. Sedangkan pilar motif bunga yang mejadi ciri khas bangunan berasal dari semen cor.

B. Kondisi Bangunan

Kondisi bangunan Gedung Tinggi saat ini sangat memprihatinkan karena sangat tidak terawat. Bangunan kosong terbengkalai. berikut gambaran kondisi bangunan:


Tampak Depan Gegung Tinggi


Kondisi ruangan lantai atas, kotor dengan kotoran kelelawar dan tentu saja menimbulkan bau tak sedap.


Lantai atas, memasuki lorong menuju bagian depan.


Kondisi atap yang berlubang, dan dihuni oleh ratusan bahkan ribuan kelelawar.

Sumber: 
http://www.bloggerbekasi.com/?p=3881

Gedung Tinggi, Bekasi II

BAB II 
TELAAH TEORITIS

A. Upaya Pelestrian

Pelestarian berasal dari kata Lestari yang artinya adalah tetap selama-lamanya, tidak berubah. Pelestarian adalah upaya untuk membuat sesuatu tetap selama-lamanya, tidak berubah , mempertahankan sesuatu sebagaimana adanya. Konsep awal pelestarian adalah konservasi. (Sumber : Endarmoko, Eko 2006. Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia)

Konservasi merupakan konsep awal dari pelestarian. Konserasi sendiri memiliki arti sebagai berikut: 

konservasi/kon·ser·va·si/ /konsérvasi/ n 1 pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dng jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian; (http://kbbi.web.id/konservasi)

Selain dari konservasi, banyak tindakan teoritis yang dapat dilakukan untuk upaya pelestarian suatu benda, bangunan ataupun kawasan cagar budaya, diantaranya:

1. Preservasi
Adalah upaya pelestarian sesuatu tempat persis seperti keadaan aslinya tanpa adanya perubahan, termasuk upaya mencegah kehancuran.

2. Restorasi
Upaya untuk mengembalikan kondisi fisik bangunan seperti sedia kala dengan membuang elemen-elemen tambahan memasang kembali bagian-bagian orisinil yang telah hilang, tanpa menambah bagian baru.

3. Rehabilitasi
Merupakan upaya mengembalikan kondisi suatu bangunan yang telah mengalami kerusakan/kemunduran atau degradasi, kepada kondisi aslinya sehingga  dapat berfungsi kembali  sebagaimana mestinya. 

4. Renovasi
Tindakan untuk mengubah interior bangunan baik sebagian kese!uruhan sehubungan dengan adaptasi bangunan tersebut terhadap penggunaan baru atau konsep-konsep modern.

5. Addisi (Addition)
Pembangunan baru pada kawasan yang dilestarikan dengan mengabstraksikan bentuk-bentuk bangunan  yang sudah ada. Pembangunan ini bukan merupakan suatu tiruan yanq persis tetapi hanya menunjang karakter kawasan tersebut.

6. Adaptasi / Revitalisasi
Segala upaya untuk merubah tempat agar dapat dipergunakan untuk fungsi yang sesuai, keguanaan tidak menuntut perubahan drastis atau hanya memberikan dampak yang minimal.

7. Rekonstruksi
Upaya untuk mengembalikan keadaan sebuah objek, fabric, tempat yang telah hilang atau pun hancur sebagian/rusak kepada kondisi semula/awal, sejauh bisa diketahui; upaya tersebut ditandai dengan penggunaan bahan/material baru atau pun lama.

8. Demolisi adalah penghancuran atau peromabkan suatu bangunan yang rusak atau membahyakan.

9. Revitalisasi
Revitalisasi adalah suatu kegiatan untuk mengembalikan atau menghidupkan kembali suatu kawasan dalam konteks kota yang tidak berfungsi atau menurun fungsinya agar menjadi hidup atau berfungsi kembali.   .

10. Peremajaan (urban renewal)   
Peremajaan kota (urban renewal merupakan salah satu upaya atau pendekatan di dalam proses perencanaan yang diterapkan untuk menata kembali suatu kawasan tertentu di dalam kota, dengan tujuan untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih memadai dari kawasan kota tersebut. 

11. Pembangunan kembali (peremajaan menyeluruh / redevelopment) 
Upaya penataan kembali suatu kawasan dengan terlebih dahulu melakukan pernbongkaran sarana dan prasarana dan sebagian atau seluruh kawasan kota tersebut yang telah dinyatakan tidak dapat dipertahankan lagi kehadirannya. Biasanya terjadi perubahan secara struktural dari peruntukan lahan, profil sosial ekonomi, serta ketentuan ketentuan pembangunan lainnya yang mengatur interatas pembangunan baru (KLB, KDB, GSB, tinggi maksimum, dan lain lain).


Dari teori-teori yang dipaparkan di atas, dapat diketahui bahwa tindakan teori yang digunakan pada upaya pelestarian bangunan Gedung Tinggi di Bekasi yaitu Revitalisasi. Hal ini dapat dilihat dari bangunan yang digunakan kembali sebagai kantor polisi Tambun yang merupakan suatu upaya pelestarian dengan mengembalikan atau menghidupkan kembali suatu bangunan yang tidak berfungsi atau menurun fungsinya agar menjadi hidup atau berfungsi kembali.

Gedung Tinggi, Bekasi I


BAB I 
PENDAHULUAN


  
Sejarah Gedung Tinggi, Bekasi 

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, Bekasi yang letaknya berdampingan dengan Jakarta memiliki sejarah perjuangan melawan penjajah yang tak kalah heroik. Perjuangan rakyat Bekasi sempat diabadikan dalam puisi terkenal karya Chairil Anwar, Karawang-Bekasi.


Yang menarik, Bekasi masih memiliki gedung bersejarah peninggalan pra masa kemerdekaan yang dikenal sebagai Gedung Tinggi yang terletak di jalan Sultan Hasanudin, dekat Pasar Tambun dan Stasiun kereta api Tambun. Gedung Tinggi ini sekarang dikenal sebagai gedung juang 45. Bangunan berarsitektur neoklasik ini dibangun oleh tuan tanah Kow Tjing Kie pada tahun 1910. Gedung tinggi ini merupakan salah satu gedung bersejarah yang turut menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi saat revolusi fisik. Ketika itu daerah Tambun dan Cibarusah menjadi pusat kekuatan pasukan republik Indonesia (RI). Perlu diketahui bahwa pada saat revolusi kemerdekaan, garis demarkasi yang memisahkan daerah Republik Indonesia dengan daerah kekuasaan Belanda terletak didaerah Sasak Jarang, sekarang menjadi perbatasan antara kecamatan Bekasi Timur dengan Kecamatan Tambun dan merupakan perbatasan Kota Bekasi dengan Kabupaten Bekasi.

Akibat serangan bertubi-tubi, pertahanan pasukan Belanda di Bekasi sering ditinggalkan. Mereka kemudian memusatkan diri ke daerah Klender Jakarta Timur. Sebaliknya, para pejuang Indonesia menjadikan gedung tinggi ini sempat dijadikan sebagai pertahanan di front pertahanan Bekasi- Jakarta.

Dikuasai Tuan Tanah

Setelah pasukan Belanda meninggalkan Bekasi. Gedung Juang yang terdiri dari dua lantai ini, dimiliki dan dikuasai seorang tuan tanah keturunan Cina bernama Kouw Oen Huy. Tuan tanah yang berhasil menguasai ratusan hektare tanah di Kecamatan Tambun, bahkan memiliki perkebunan karet. Ia digelari ‘Kapitaen’. Ia tidak hanya menguasai tanah di Tambun tapi juga daerah Tekuk Pucung yang jaraknya puluhan kilometer dari Tambun, termasuk di daerah Cakung, juga menjadi milik tuan tanah ini. 

Gedung Juang yang kini menjadi perkatoran milik Pemerintah Kabupaten Bekasi, dibangun dua tahap, tahun 1906 dan tahun 1925. Pada awalnya, di bagian halaman muka Gedung Juang ini, dijadikan taman buah yang diantaranya banyak ditanami pohon mangga yang pada saat itu belum pernah dikenal masyarakat Tambun dan Bekasi. Tuan tanah Kouw Oen Huy, menguasai bangunan tua ini hingga 1942. Selanjutnya, tahun 1943, bangunan bersejarah tersebut berada di bawah pengawasan pemerintahan Jepang hingga tahun 1945. Tentara Jepang, juga menggunakan bangunan tua ini sebagai pusat kekuatannya dalam menjajah Indonesia.

Pada masa perjuangan kemerdekaan 1945, bangunan yang berlokasi di atas tanah sekitar 1000 meter ini, diambil alih oleh Komite Nasional Indonesia (KNI) untuk dijadikan sebagai Kantor Kabupaten Jatinegara. Pada masa itu, Bekasi dijadikan sebagai daerah front pertahanan, maka gedung tersebut berfungsi juga sebagai Pusat Komando Perjuangan RI dalam menghadapai Tentara Sekutu yang baru selesai perang dunia kedua.

Di gedung yang mempunyai makna monumental ini, perudingan dan pertukaran tawanan perang terjadi. Lokasi pelaksanaan pertukaran tawanan sendiri dilakukan di dekat Kali Bekasi yang kini tidak jauh dari rumah pegadaian Bekasi. Banyak tentara Jepang meninggal dibantai dan dibuang di Kali Bekasi, membuat setiap tahun tentara Jepang selalu melakukan tabur bunga di kali yang membentang kota Bekasi ini. Dalam pertukaran tawanan, pejuang-pejuang RI oleh Belanda dipulangkan ke Bekasi, dan tawanan Belanda oleh pejuang RI dipulangkan ke Jakarta lewat kereta api yang lintasannya persis berada di belakang Gedung Juang. Gedung yang tidak jauh dari Pasar Tambun Bekasi ini, juga pernah dijadikan sebagai Pusat Komando Perjuangan RI pada masa perjuangan fisik. Gedung ini selalu menjadi sasaran tembak pesawat udara dan meriam Belanda. Banyak keanehan pada gedung ini. Ketika meriam Belanda dijatuhkan di atas bangunan tersebut, ternyata meriam itu tidak meledak dan hanya merusak sebagian kecil bangunan.

Akhir 1947, ketika Belanda menghianati perundingan Linggarjati tanggal 21 Juli, Belanda mengadakan aksi pertama (dikenal sebagai Agresi Militer Belanda Pertama). Mengingat gedung ini merupakan markas basis pertahanan, maka tidak mengherankan bila di sekitar gedung ini sering terjadi pertempuran dan pembantaian yang bertubi-tubi. Bahkan gedung ini pernah di duduki Belanda/NICA hingga tahun 1949. Namun, gedung yang sangat mempunyai nilai sejarah dan merupakan kebanggaan mayarakat Bekasi ini, kembali berhasil direbut oleh pejuang Bekasi pada awal 1950.


Museum Perjuangan Bekasi Kini

Setelah masa perjuangan merebut kemerdekaan, gedung ini mengalami berbagai perkembangan dan perubahan fungsi. Selain bangunan bersejarah, bangunan tersebut sering digunakan sebagai pusat aktivitas. Di antaranya, tahun 1950 setelah Tambun dikuasai lagi oleh Republik Indonesia, gedung ini diisi dan ditempati pertama sekali oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bekasi. Juga pernah digunakan sebagai kantor Jawatan Pertanian dan jawatan-jawatan lainnya sampai akhir 1982. Bangunan yang berada di bagian timur Bekasi ini, juga sempat dijadikan sebagai tempat persidangan-persidangan DPRDS, DPRD-P, DPRD TK II Bekasi dan DPRD-GR hingga tahun 1960.

Tahun 1951, di gedung ini sempat diisi oleh pasukan TNI Angkatan Darat Batalyon “Kian Santang”. Batalyon Kian Santang ini sekarang menjadi bagian dari Kodam III Siliwangi. Tahun 1962, kemudian gedung ini dibeli Pemerintah Propinsi Jawa Barat. Ketika peristiwa Gerakan G 30S/PKI pecah, gedung ini juga sempat dijadikan sebagai penampungan Tahanan Politik (Tapol) PKI. Mengingat letaknya yang strategis, oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi saat Bupati Bekasi dijabat Abdul Fatah, bangunan ini sempat dijadikan sebagai tempat perkuliahan bagi mahasiswa Akademi Pembangunan Desa (APD) yang merupakan cikal bakal pembangunan perguruan tinggi di Bekasi, dan kini dikenal dengan Universitas Islam 45 (Unisma).

Manfaat lain gedung ini, juga sempat digunakan sebagai Kantor BP-7 dan Kantor Legiun Veteran. Tahun 1999, di gedung menjadi sekretraist Pemilu. Lalu menjadi kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Sekretarit Kantor Pepabri dan Wredatama. Kini gedung yang menghadap timur ini, menjadi kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Tenaga Kerja Pemertintah Kabupaten Bekasi. Dan digedung inilah Saat ini Contry diberikan satu ruang tua guna melestarikan sejarah Gedung Juang 45 Tamboen Bekasi.

Suasana gedung kuno terasa melingkupi seluruh gedung, apalagi gedung ini cukup luas dan terasa senyap jika tidak ada kegiatan yang melibatkan orang ramai. Yang ramai justru suara burung Walet dan kelelawar. Gedung ini sempat diabadikan dalam film “Lebak Membara”, dimana HIM Damsyik sebagai pejuang tewas setelah jimat kebal pelurunya tersangkut dipagar saat hendak menurunkan bendera musuh dihalaman gedung Tinggi.



Diakhir tahun 90-an, Gedung Tinggi ini rimbun oleh pohon angsana yang tinggi dan besar. Sayangnya, kerimbunan pohon yang membawa kesejukan ini akhirnya terkalahkan setelah Pemerintah Bekasi memutuskan membangun kantor Dinas Pasar yang menempati sudut halaman Gedung Tinggi dan menumbangkan pohon angsana yang sudah lama menaungi keteduhan halaman Gedung Tinggi. ( buc/kosti/andisopandi )

Sumber:
http://www.bekasiurbancity.com/?p=190
http://www.bekasiurbancity.com/?p=102

Wednesday, May 6, 2015

Gedung Bank Indonesia, Surakarta II

BAB II 
TELAAH TEORITIS

A. Upaya Pelestrian

Pelestarian berasal dari kata Lestari yang artinya adalah tetap selama-lamanya, tidak berubah. Pelestarian adalah upaya untuk membuat sesuatu tetap selama-lamanya, tidak berubah , mempertahankan sesuatu sebagaimana adanya. Konsep awal pelestarian adalah konservasi. (Sumber : Endarmoko, Eko 2006. Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia)

Konservasi merupakan konsep awal dari pelestarian. Konserasi sendiri memiliki arti sebagai berikut: 

konservasi/kon·ser·va·si/ /konsérvasi/ n 1 pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dng jalan mengawetkan; pengawetan; pelestarian; (http://kbbi.web.id/konservasi)

Selain dari konservasi, banyak tindakan teoritis yang dapat dilakukan untuk upaya pelestarian suatu benda, bangunan ataupun kawasan cagar budaya, diantaranya:

1. Preservasi
Adalah upaya pelestarian sesuatu tempat persis seperti keadaan aslinya tanpa adanya perubahan, termasuk upaya mencegah kehancuran.

2. Restorasi
Upaya untuk mengembalikan kondisi fisik bangunan seperti sedia kala dengan membuang elemen-elemen tambahan memasang kembali bagian-bagian orisinil yang telah hilang, tanpa menambah bagian baru.

3. Rehabilitasi
Merupakan upaya mengembalikan kondisi suatu bangunan yang telah mengalami kerusakan/kemunduran atau degradasi, kepada kondisi aslinya sehingga  dapat berfungsi kembali  sebagaimana mestinya. 

4. Renovasi
Tindakan untuk mengubah interior bangunan baik sebagian kese!uruhan sehubungan dengan adaptasi bangunan tersebut terhadap penggunaan baru atau konsep-konsep modern.

5. Addisi (Addition)
Pembangunan baru pada kawasan yang dilestarikan dengan mengabstraksikan bentuk-bentuk bangunan  yang sudah ada. Pembangunan ini bukan merupakan suatu tiruan yanq persis tetapi hanya menunjang karakter kawasan tersebut.

6. Adaptasi / Revitalisasi
Segala upaya untuk merubah tempat agar dapat dipergunakan untuk fungsi yang sesuai, keguanaan tidak menuntut perubahan drastis atau hanya memberikan dampak yang minimal.

7. Rekonstruksi
Upaya untuk mengembalikan keadaan sebuah objek, fabric, tempat yang telah hilang atau pun hancur sebagian/rusak kepada kondisi semula/awal, sejauh bisa diketahui; upaya tersebut ditandai dengan penggunaan bahan/material baru atau pun lama.

8. Demolisi adalah penghancuran atau peromabkan suatu bangunan yang rusak atau membahyakan.

9. Revitalisasi
Revitalisasi adalah suatu kegiatan untuk mengembalikan atau menghidupkan kembali suatu kawasan dalam konteks kota yang tidak berfungsi atau menurun fungsinya agar menjadi hidup atau berfungsi kembali.   .

10. Peremajaan (urban renewal)   
Peremajaan kota (urban renewal merupakan salah satu upaya atau pendekatan di dalam proses perencanaan yang diterapkan untuk menata kembali suatu kawasan tertentu di dalam kota, dengan tujuan untuk mendapatkan nilai tambah yang lebih memadai dari kawasan kota tersebut. 

11. Pembangunan kembali (peremajaan menyeluruh / redevelopment) 
Upaya penataan kembali suatu kawasan dengan terlebih dahulu melakukan pernbongkaran sarana dan prasarana dan sebagian atau seluruh kawasan kota tersebut yang telah dinyatakan tidak dapat dipertahankan lagi kehadirannya. Biasanya terjadi perubahan secara struktural dari peruntukan lahan, profil sosial ekonomi, serta ketentuan ketentuan pembangunan lainnya yang mengatur interatas pembangunan baru (KLB, KDB, GSB, tinggi maksimum, dan lain lain).


Dari teori-teori yang dipaparkan di atas, dapat diketahui bahwa tindakan teori yang digunakan pada upaya pelestarian bangunan Gedung Bank Indonesia di Surakarta yaitu Revitalisasi. Hal ini dapat dilihat dari bangunan yang digunakan kembali sebagai bangunan Bank Indonesia yang merupakan suatu upaya pelestarian dengan mengembalikan atau menghidupkan kembali suatu bangunan yang tidak berfungsi atau menurun fungsinya agar menjadi hidup atau berfungsi kembali.

Friday, April 10, 2015

Gedung Bank Indonesia, Surakarta I

BAB I
PENDAHULUAN


Sejarah Gedung Bank Indonesia, Surakarta


          Sebagai kota yang sudah berusia hampir 250 tahun, Surakarta (biasa disebut Solo) memiliki banyak kawasan dengan situs bangunan tua bersejarah. Selain bangunan tua yang terpencar dan berserakan di berbagai lokasi, ada juga yang terkumpul di sekian lokasi sehingga membentuk beberapa kawasan kota tua, dengan latar belakang sosialnya masing-masing.

          Salah satu gedung bersejarah yang masih terawat adalah Gedung Bank Indonesia yang terletak di jalan Jendral Sudirman. Gedung yang letaknya tidak jauh dari Balaikota Surakarta ini mempunyai arti sejarah yang penting, karena pada tanggal 27 Juni 1946 sekelompok pemuda menggunakan gedung ini untuk menculik Perdana Menteri Sutan Syahrir dan tokoh–tokoh lain seperti Menteri Kesehatan dr. Darna Setiawan, Jendral Mayor Sudibyo dan lain–lain. Ternyata dibelakang peristiwa tersebut berdiri “Persatuan Perjuangan” yang dipimpin oleh Tan Malaka, yang semula bernama “Volksfront” yang didirikan di Solo pada tanggal 5 Januari 1946.

          Gedung ini dulu bernama De Javasche Bank (DJB). Merupakan kantor cabang karya arsitek Hulswit, Fermont dan Ed. Cuipers dengan standart gaya neoklasik. Peninggalan De Javasche Bank (DJB) tersebar di berbagai kota di Indonesia. Keberadaan pusaka kota tersebut umumnya terletak dalam posisi ruang kota yang sangat berarti yakni di pusat kota yang sekaligus menunjukkan jati dirinya sebagai salah satu cikal bakal pertumbuhan kota. Sementara dari tampilan fisiknya juga memperlihatkan sosok yang berarti dalam mewakili desain/rancangan pada zamannya. Berbagai bangunan eks-DJB tersebut umumnya kini dimiliki dan dikelola oleh Bank Indonesia (BI).

(Sumber: http://kekunaan.blogspot.com/2012/07/gedung-bank-indonesia-solo.html)

          Meniliki sisi kesejarahan yang sangat berharga dan menonjol serta posisinya kini sebagai aset BI, sudah selayaknya pemanfaatan dan pengelolaan pelestarian termasuk perawatan bangunan-bangunan eks DJB mengikuti kaidah-kaidah pelestarian yang benar. Pelestarian bangunan-bangunan eks DJB lebih jauh diharapkan mampu mendorong pemilik dan pengelola pusaka-pusaka lain di sekililing kawasan melakukan hal yang sama, sekaligus mendorong pengembangan pelestarian pusaka di masing-masing kota di mana bangunan eks DJB berada.

          Dari segi fisik bangunan, Kantor Bank Indonesia Solo memang sudah beberapa kali mengalami perbaikan. Meski demikian, konservasi yang dilakukan tidak meninggalkan keasliannya. Gedung Kantor Bank Indonesia Solo sebelumnya digunakan sebagai kantor operasional Bank Indonesia, namun selepas konservasi pada tahun 2014 ini, gedung tersebut hanya difungsikan sebagai museum dan perpustakaan saja. Sedangkan operasional Bank Indonesia Solo dialihkan di kantor baru yang terletak di sebelah gedung lama.

          Ditilik dari segi arsitektur bangunan, sejak awal berdiri hingga saat ini memang tak banyak mengalami perubahan. Beberapa ciri khasnya antara lain Pilaster, bagian bangunan yang berguna untuk memperkuat dinding. Bagian ini serupa kolom yang menyatu dengan dinding pada jarak-jarak tertentu. Pilaster terlihat pada bangunan ek De Javache Bank yaitu pada bagian yang mengapit jendela atau pintu.

      Bagian lain yang menarik dari bangunan ini adalah oculus atau jendela. Oculus merupakan lubang ventilasi atau jendela yang berbentuk lingkaran. Moulding atau profil pada dinding bangunan ini juga merupakan artefak yang indah. Melihat ke  arah penutup bangunan yang berada pada puncak bangunan, ternyata multifungsi, karena dapat dipergunakan untuk pencahayaan ataupun sebagai hiasan. Bagian puncak ini disebut dengan nama louvre.

          Sejumlah bagian lain yang tak kalah menyita perhatian  yakni balustrade atau pagar pada atap bangunan. Ada pula jendela kecil pada artic yang disebut lucarne. Tampak juga konstruksi dinding yang berbentuk segi tiga yang diletakkan di atas pintu jendela sebagai hiasan. Satu hal lagi yang tak ketinggalan adalah hiasan berukir pada atap atau pada tympanum yang disebut sebagai amortizement.


Sumber:

http://kekunaan.blogspot.com/2012/07/gedung-bank-indonesia-solo.html
http://a-life-sketch.blogspot.com/2012/07/bangunan-konservasi-gedung-bank_10.html
http://joglosemar.co/2014/10/kantor-bank-indonesia-solo-arsitektur-sarat-sejarah.html

Tuesday, July 8, 2014

TUGAS IV: KESIMPULAN

KESIMPULAN

Hong Kong, Shenzhen, dan Brunei Darussalam merupakan negara-negara maju yang memiliki ruang terbuka publik dalam perkembangan kotanya. Perbedaan budaya, infrastruktur, dan sistem pemerintahan merupakan tiga hal yang paling terasa dari ketiga negara tersebut.

             Salah satu lokasi waterfront promenade di Hong Kong adalah Avenue of Stars. Dengan plakat penghargaan, cetakan tangan selebritis, pilar bintang deskriptif, sculpture benda-benda perfilman, patung aksi kung fu Bruce Lee dan patung perunggukarakter kartun populer McDull, Avenue of Stars mengungkapkan sisi glamor dariindustri perfilman Hong Kong menandingi pesona dari Pelabuhan Victoria. Sebagai ruang terbuka publik di perkembangan kota masa kini, Avenue of Stars telah berhasil menjadi bagian dari perkembangan arsitektur modern yang memanfaatkan daerah tepian laut secara maksimal yang dapat berfun5gsi sebagai wadah akivitas publik modern.

             Mata kuliah Kuliah Kerja Arsitektur di Program S1 Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Gunadarma dengan tema “Urban Public Places in City Development” yang dilaksanakan pada tanggal 11-15 Mei 2014 memberikan manfaat yang cukup besar dalam menambah wawasan mahasiswa arsitektur mengenai ruang terbuka publik di perkembangan kota Hong Kong, Shenzhen, dan Brunei Darussalam. Dengan pembagian kelompok dan objek observasi yang berbeda-beda menjadikan setiap kelompok mempunyai pengetahuan mendalam sesuai dengan objek observasi masing-masing. Selain itu mahasiswa juga dapat merasakan secara langsung suasana arsitektur di setiap lokasi objek observasi dan dapat merangkumnya dalam bentuk tulisan, audio, dan visual.

TUGAS III: HSBC HEAD QUARTERS


Hongkong memiliki lokasi prima di pusat geografis dan ekonomi di Asia. Terletak di pantai tenggara Cina Daratan, Hongkong adalah pasar terbesar yang merupakan pusat perekonomian ketiga di dunia. Sistem perekonomian di Hongkong menerapkan demokrasi-kapitalis dengan mata uang Dolar Hong Kong yang merupakan mata uang ke-9 yang paling banyak digunakan di dunia. Pusat perekonomian Hongkong sendiri dikendalikan oleh Hongkong and Shanghai Banking Corporation) atau yang biasa dikenal dengan HSBC. 


Statue Square 
Statue Square adalah area pejalan kaki untuk umum berbentuk persegi di Central, Hong Kong. Statue Square dibangun pada tanah reklamasi pada akhir abad 19, dan terdiri dari dua bagian yang terpisah oleh Charter Road ke arah utara dan selatan. Statue Square ini berbatasan dengan Connaught Road Central di utara dan Des Voeux Central di selatan.
Nama Statue Square sendiri berasal dari The Statues, patung-patung di dalamnya, yang kebanyakan merupakan patung Keluarga Kerajaan Inggris, yang berada di Statue Square selama pendudukan Jepang di Hong Kong pada Perang Dunia II. Sampai hari ini, satu – satunya patung yang terdapat di Statue Square adalah patung Sir Thomas Jackson, Baronet pertama, banker HSBC terdahulu. Patung ini diresmikan pada tanggal 24 Februari 1906 oleh Gubernur Sir Matthew Nathan.
FENGSHUI

Biodata
Hongkong Bank merupakan gedung utama dari HSBC yang difungsikan sebagai pusat bisnis di kota Hongkong. Hongkong Bank dibangun pada tahun 1983 sampai 1985 dengan menghabiskan biaya sekitar US $ 780.000.000. Bangunan yang memiliki tinggi 178.8 meter dan luas 99.000 m2 ini, dirancang oleh Arsitek Inggris,  Lord Norman Foster dengan Wimpey internasional sebagai kontraktor utamanya. 

HSBC Main Building
香港上海滙豐銀行總行大廈
HK HSBC Main Building 2008.jpg
HSBC Main Building in June 2008
General information
Status
Complete
Type
Commercial offices
Architectural style
Location
1 Queen's Road Central
Central, Hong Kong
Construction started
1983
Completed
1985
Cost
US$780 million
Height
Roof
178.8 m (586.6 ft)
Technical details
Floor count
44
Floor area
99,000 m2(1,065,627 sq ft)
Lifts/elevators
28
Design and construction
Architect
Structural engineer
Ove Arup & Partners
Cleveland Bridge Ltd.
Quantity surveyor
WT Partnership
Main contractor


Lokasi dan Pencapaian
Hongkong Bank berlokasi di Queen’s Road Central number 1, Hongkong Island. Pada bagian timur Hongkong Bank terdapat The Old Supreme Court Building, sementara pada bagian utaranya, terdapat The Star Ferry Terminal.

Hongkong Bank dapat dicapai dengan menggunakan berbagai macam kendaraan, seperti bus, trem, MTR (Mass Transit Railway), taksi dan kendaraan pribadi. Pengguna MTR dapat turun di stasiun MTR pusat dan keluar dari pintu K, kemudian mencapai Statue Square yang berada di depan Hongkong Bank. Jalan Des Voeux Central yang berada di utara bangunan, dilalui oleh bus dan trem. Sementara, pengguna kendaraan pribadi dapat melalui Battery Path yang berada di selatan bangunan, yang juga dilalui oleh bus dan taksi.  

Sculpture
Pada pintu utama Hongkong Bank terdapat dua singa perunggu yang dikenal sebagai Stephen dan Stitt. Nama Stitt berasal dari Gordon H Stitt yang merupakan Manajer Shanghai, sedangkan patung singa yang mengaum adalah Stephen, berasal dari Alexander Gordon Stephen yang merupakan Kepala Manajer HSBC. Stephen memiliki bekas luka di tubuh bagian belakang, yang berasal dari pertempuran Hongkong di masa lampau. 

Struktur dan Langgam
Hongkong Bank menganut gaya modern dan ekspresionisme struktural dengan menampilkan warna dominan abu-abu muda, untuk mengangkat image high – tech architecture. High – tech architecture merupakan langgam arsitektur yang mengekspose teknologi, struktur dan utilitas sehingga menjadi elemen yang menarik dan memberi kesan futuristik. 

Bangunan ini/seluruhnya dibuat dari baja struktural tanpa beton bertulang pada core-nya. Struktur Hongkong Bank mirip dengan struktur jembatan, yaitu lantai digantung pada tiang penopang yang berbentuk seperti chevron dan disokong oleh delapan tiang yang menjulang setinggi bangunan.

Utilitas
Bangunan ini dipasang dengan 716 unit lampu dimana terdapat 450 macam lampu pijar warna yang berubah-ubah pada ruang tangga dari kaca, dengan 200 macam lampu di setiap lantainya, 8 lampu sorot dan lebih dari 1 km lampu LED yang menyinari langit pada malam hari. 

Interior
Hongkong Bank menampilkan warna dominan abu-abu muda untuk  mononjolkan kokohnya struktur bangunan ini. Bangunan ini/menggunakan lima desain modul baja prefabrikasi yang diproduksi di Inggris. Total berat keseluruhan modul baja tersebut mencapai 30.000 ton baja untuk struktur utama maupun pendukung dan 4.500 ton bahan aluminium/yang digunakan sebagai penutup dari struktur baja. 

Fengshui
Menurut ahli fengshui, bentuk simetris Hongkong Bank ini berpengaruh pada kestabilan perekonomian. Desain fasad berupa anak panah yang mengarah ke atas melambangkan perkembangan dan perluasan. Setiap lantai berorientasi melingkar ke atrium di mana terdapat tanaman hijau yang mengimbangi tiang baja abu-abu,  melambangkan keseimbangan antara Yin dan Yang. Bangunan yang menghadap langsung ke air, diyakini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, seperti gedung HSBC yang memiliki area terbuka lebar di depannya, dengan tidak ada bangunan lain yang menghalangi pandangannya dari Victoria Harbour.

TUGAS II: LINGKUP KOTA HONG KONG - SHENZHEN - BANDAR SERI BEGAWAN

1 Hong Kong

Hong Kong
Hong Kong, resminya Daerah Administratif Khusus Hong Kong, merupakan satu dari dua Daerah Administratif Khusus yang merupakan bagian dari negara Republik Rakyat Tiongkok, satunya lagi adalah Makau. Pada tanggal 1 Juli 1997, daerah ini secara resmi diserahkan oleh pemerintah Britania Raya kepada Republik Rakyat Tiongkok. Sebelum diserahkan pada tahun 1997, Hong Kong adalah koloni Britania Raya. Di bawah kebijakan Satu Negara Dua Sistem ciptaan Deng Xiaoping, Hong Kong menikmati otonomi dari pemerintah RRT seperti pada sistem hukum, mata uang, bea cukai, imigrasi, peraturan jalan yang tetap berjalan di jalur kiri. Urusan yang ditangani oleh Beijing adalah pertahanan nasional dan hubungan diplomatik. Otonomi ini berlaku di Hong Kong (minimal) untuk 50 tahun dihitung dari tahun 1997.
Sejarah
Wilayah Hong Kong diperkirakan sudah mulai ditinggali manusia sejak zaman Neolitikum namun baru dikenal secara luas saat Hong Kong diserahkan kepada Britania Raya setelah Perang Opium di abad ke-19. Sebelumnya pada 1513, pelaut Portugis Jorge Álvares, menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Hong Kong. Dalam Konvensi Peking tahun 1860 setelah Perang Opium Kedua, Semenanjung Kowloon dan Stonecutter’s Island diserahkan kepada Britania Raya sedangkan New Territories, termasuk Pulau Lantau, disewakan pada Britania untuk 99 tahun sejak 1 Juli 1898 dan berakhir 30 Juni 1997.
Agama
Sebagian besar penduduk Hong Kong beragama Buddha 700.000, Katholik 353.000, Protestan 320.000, Islam 90.000, Hindu 40.000, Sikh 8.000. Yahudi 4.000.
Geografi
Hong Kong terdiri dari Pulau Hong Kong, Kowloon, dan New Territories jika diurutkan dari selatan. Di sebelah utara New Territories terdapat kota Shenzhen di seberang Sungai Sham Chun (Sungai Shenzhen). Di antara 236 pulau di Hong Kong, Pulau Lantau adalah yang terbesar sedangkan Hong Kong adalah yang kedua terbesar dan populasinya adalah yang terbesar. Pulau yang paling padat adalah Ap Lei Chau. Semenanjung Kowloon menempel ke New Territories di utara, dan New Territories menempel ke Tiongkok daratan di seberang Sungai Sham Chun (Sungai Shenzhen). Hong Kong memiliki 236 pulau di Laut China Selatan, yang di mana Pulau Lantau merupakan pulau terbesar dan pulau Hong Kong yang kedua terbesar dan paling besar populasinya. Ap Lei Chau merupakan yang paling padat penduduknya di Hong Kong dan di dunia.
Transportasi
Dari dan Ke
Hong Kong dilayani oleh Bandara Internasional Hong Kong di Chek Lap Kok namun lebih sering dikatakan terletak di Lantau. Bandara tersebut menggantikan Bandara Internasional Kai Tak pada tahun 1998 dan menjadi pusat untuk Cathay Pacific Airways, Dragonair, Air Hong Kong, dan Hong Kong Express. Maskapai Cathay Pacific dan bandara ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai yang terbaik di dunia oleh Skytrax. Pada 2004, bandara ini melayani 36 juta penumpang.
Dalam Kota
Hong Kong memiliki sistem transportasi dalam kota yang mapan dan modern yang terdiri dari kereta api, bus, tram, feri, dan taksi. Hampir semua layanan transportasi dapat dibayar menggunakan Octopus Card.
Jaringan kereta bawah tanah dikelola oleh MTR Corporation Limited yang mengelola MTR dan Kowloon-Canton Railway Corporation yang mengelola KCR sedangkan layanan tramnya adalah satu-satunya di dunia yang memakai kereta tram dua tingkat. Jaringan bus dikelola oleh 5 operator yang menggunakan bus dua tingkat seperti terdapat di London dan Singapura. Terdapat pula layanan taksi yang 99% armadanya menggunakan LPG.
Layanan feri yang paling dikenal adalah Star Ferry yang menyeberangi Victoria Harbour antara Tsim Sha Tsui, Central, Wan Chai, dan Hung Hom.
Pariwisata
Pariwisata adalah salah satu tonggak utama perekonomian Hong Kong dengan 21,81 juta orang turis pada tahun 2004. Selama Januari sampai April 2005, jumlah turis terus meningkat sebesar 11,1% dan mencapai 7,41 juta orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat setelah dibukanya Hong Kong Disneyland Resort pada bulan September 2005.

2 Shenzhen

Shenzen Shenzhen adalah kota besar di selatan China, Provinsi Guangdong dan berada di  utara  Hongkong. Shenzhen menjadi kota pertama yang mengsukseskan Special  Econocic  Zones (SEZ) di China. Senzhen juga memegang peran sebagai status sub-  provinsial  administratif, yang posisinya hanya beda tipis di bawah provinsi. Bentuk dan  tata kota  modern Shenzhen adalah hasil dari semangat ekonomi hasil dari cepatnya  investasi  asing sejak lembaga kebijakan “reformasi dan keterbukaan”, pembentukan SEZ  pada  akhir 1979, yang sebelumnya hanya desa yang kecuk. Antara orang China dan Negara asing memiliki investasi besar pada jumlah uang di Shenzhen SEZ. Lebih dari US$30 bilion dalam investasi asingtelah menjadi milik asing dan usaha bersama, pada awalnya hanya di manufacturing tapi akhir akhir ini juga di industry. Shenzhen sekarang dapat di bilang salah satu kota dengan pertumbuhan pesat di dunia.
Sejarah
Tempat tinggal manusia di Shenzhen pada zaman kuno. Sisa Peninggalan arkeologi sejauh penggalian dari sebuah situs adalah pecahan-pecahan di Xiantouling pada Mirs Bay,  kembali ke 5000 SM. Dari Dinasti Han (abad ketiga SM) dan seterusnya , daerah sekitar Shenzhen adalah pusat dari monopoli garam, sehingga meriting perlindungan Imperial khusus. Panci garam masih terlihat di sekitar wilayah Pearl River di sebelah barat kota dan diperingati dalam nama terminal kontainer Yantian (盐田, yang berarti ” ladang garam “).
Shenzhen yang dikhususkan untuk menjadi yang pertama dari lima Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ini secara resmi didirikan pada tahun 1979 karena kedekatannya ke Hong Kong. SEZ ini diciptakan untuk menjadi tanah eksperimental untuk praktek kapitalisme pasar dalam komunitas dipandu oleh cita-cita “sosialisme dengan karakteristik Cina”. Shenzhen akhirnya menjadi salah satu kota terbesar di daerah Delta Sungai Pearl , yang telah menjadi salah satu kekuatan ekonomi China serta basis manufaktur terbesar di dunia.
Pada bulan November 1979, Shenzhen, kemudian dikenal sebagai Bao’an County bintang (宝安县), dipromosikan menjadi tingkat prefektur, langsung diatur oleh provinsi Guangdong. Pada bulan Mei 1980, Shenzhen secara resmi dinominasikan sebagai “zona ekonomi khusus”, yang pertama dari jenisnya di Cina. Itu diberikan hak administrasi ekonomi tingkat provinsi pada bulan November 1988. Selama lima bulan pada tahun 1996, Shenzhen adalah rumah bagi Sementara DPRD dan Eksekutif Sementara Dewan Hong Kong.
Geografi
Shenzen berlokasi di sungai Pearl, membatasi hongkong di selatan, Huizhou di utara dan Dongguan di sebelah barat laut. Kotamadya seluas 2050m2, dengan total populasi 14juta penduduk di tahun 2008.  Shenzhen terletak di 22°33′U 114°06′T. Pada dasarnya Shenzhen merupakan area perbukitan dengan tanah agraris yang subur. Bagaimanapun, setelah menjadi SEZ pada 1979, Shenzhen mengalami perubahan lanskap yang luar biasa. Yang pada awalnya desa dengan perbukitan, sekarang menjadi tanah paling rata di area pusat kota, dengan hanya Lianhua Shan (lotus Hill), Bijia Shan (Bijia Mountain) dan Wutong Shan, merupakan hanya tiga tempat yang masih memiliki elevasi jika dilihati dari satelit. Dengan arus dari imigran dari China pedalaman, Shenzen mengalami ledakan penduduk tahap dua, dan sekarang memperluas sekelilingnya dan perbukitan di area sekitar seperti Mission Hills sedang di buat jalan untuk pengembangan lebih lanjut.

Transportasi

Transportasi Udara
Shenzhen airlines dan Jade Cargo International yang berlokasi di Shenzhen Bao’an International Airport. Bandara yang terletak 35KM dari pusat Shenzhen dan menghubungkan kota dengan banyak kota di China, dan melayani penerbangan domestic dan Internasional.
Railway
Shenzhen Railway Station yang berlokasi di perempatan jalan Jianshe, Jalan Heping, dan jalan Renmin Nan, menghubungkan beberapa tempat di China. Ada juga kereta dengan frekuensi kecepatan tinggi menuju Guangzhou, dan kereta jarak jauh ke Beijing, Shanghai, Changsha, Jiujiang, Maoming, Shantou dan tujuan lain. Ada juga stasiun lain yang berlokasi di distrik Nanshan, Shenzen barat, yang digunakan untuk kereta jarang panjang dalam jumlah kecil, seperti ke Heifei. Stasiun kereta di Shenzhen utara di buka pada tahun 2011 di area Longhua, menangani kereta kecepatan tinggi ke selatan Guangzhou, Changsa, Wuhan, Beijing, dan stasiun jarak menengah di rute Beijing-Guangzhou-Shenzhen-Hong Kong. Stasiun Shenzhen timur di buka pada desember 2012. Pada awalnya merupakan stasiun Buji yang terletak di pinggir kota tanpa layanan penumpang. Dan sekarang setelah renovasi besar-besaran, saat ini stasiun tersebut menangani area regional.
Metro
             Shenzhen system metro di buka pada tahun 2004, pada tahap 1 hanya ada dua jaulr: Luobao dan jalur Longhua. Jalur Luobao mulai dari Luohu sampai ke Window of the World (di sebrang Chinese Town). Jalur Longhua mulai dari Futiao Kouan sampai ke Shaonian Gong.Pada juni 2011, metro Shenzhen memperpanjang jaur Luobao dan Longhua. Jalur Luobao melaju dari Luohu sampai ke Shenzhen Bao’an Airport, dan jalur Longhua dari Futian Kouan sampe ke Qinghu. Dan pada juni 2011 juga, tiga jalur di tammbahkan untuk fase ke dua, yang mana adalah jalur Shekou (dari Chiwan sampei ke XinXiu), jalur Longgang ( dari Yitian sampai ke Shuanlong), dan jalur Huanzhong dari Qianhaiwan sampai ke Huangbeiling)
Laut
             Shenzhen juga dihubungkan oleh kapal ferry cepat yang dihubungkan Shekou, di sebelah barat SEZ dengan Zhuhai, Macau, Hong Kong international Airport, Kowloon, dan Hong Kong. Shenzen memiliki gari pantai di barat daya dan tenggara. Pantai seperti Dameisha dan Xiaomeisha yang selalu ramai oleh turis. Pantai Xichong, yang hanya satu jam berkendara dari pusat kota Shenzhen.
Jalan
             Sejak febuari 2003, batas jalan membentang di Huanggang dan Lok Ma Chau di Hong Kong yang telah buka 24jam perhari. Jalan dapat di lewati baik oleh mobil pribadi, maupun bus. Pada agustus 2007,jalur pejalan kaki Lok Ma Chau – Huanggang di buka, menghubungkan stasiun Lok Ma Chau dengan Huanggang. Dengan di bukanya jalur, persimpangan bus antara Lok Ma Chau dan Huanggang di hapuskan.Taxi tersedia dalam tiga warna, taxi merah berarti dapat berkeliling kemana-mana, hijau tidak dapat keluar SEZ, dan kuning dilarang berada di area SEZ.Juga ada layanan bus dan van dari Hong Kong international airport ke Huanggang dan hotel-hotel besar di Shenzhen. Layanan bus di sediakan oleh Chinalink Bus Company, yang beroperasi dari Stasiun Kowloon di Airport Express MTR line langsung ke Shenzhen International Airport.

3 BANDAR SERI BEGAWAN

Brunei Darussalam
Brunei Darussalam adalah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan. Negara ini memiliki wilayah seluas 5.765 km² yang menempati pulau Kalimantan dengan garis pantai seluruhnya menyentuh Laut Cina Selatan. Wilayahnya dipisahkan ke dalam dua bagian oleh negara bagian di Malaysia yaitu Sarawak.
Saat ini, Brunei Darussalam memiliki Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura, sehingga diklasifikasikan sebagai negara maju. Menurut Dana Moneter Internasional, Brunei memiliki produk domestik bruto per kapita terbesar kelima di dunia dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Sementara itu, Forbes menempatkan Brunei sebagai negara terkaya kelima dari 182 negara karena memiliki ladang minyak bumi dan gas alam yang luas. Selain itu, Brunei juga terkenal dengan kemakmurannya dan ketegasan dalam melaksanakan syariat Islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Sejarah
Pada awal abad ke-15, Kerajaan Malaka di bawah pemerintahan Parameswara telah menyebarkan pengaruhnya dan kemudian mengambil alih perdagangan Brunei. Perubahan ini menyebabkan agama Islam tersebar di wilayah Brunei oleh pedagangnya pada akhir abad ke-15. Kejatuhan Melaka ke tangan Portugis pada tahun 1511, telah menyebabkan Sultan Brunei mengambil alih kepimpinan Islam dari Melaka, sehingga Kesultanan Brunei mencapai zaman kegemilangannya dari abad ke-15 hinga abad ke-17 sewaktu memperluas kekuasaannya ke seluruh pulau Borneo dan ke Filipina di sebelah utaranya. Semasa pemerintahan Sultan Bolkiah (1473-1521) yang terkenal disebabkan pengembaraan baginda di laut, malah pernah seketika menaklukkan Manila. kesultanan Brunei memperluas pengaruhnya ke utara hingga ke Luzon dan Sulu serta di sebelah selatan dan barat Kalimantan; dan pada zaman pemerintahan sultan yang kesembilan, Hassan (1605-1619), yang membangun susunan aturan adat istiadat kerajaan dan istana yang masih kekal hingga hari ini.
Pada Tahun 1839, James Brooke dari Inggris datang ke Serawak dan menjadi raja di sana serta menyerang Brunei, sehingga Brunei kehilangan kekuasaannya atas Serawak. Sebagai balasan, ia dilantik menjadi gubernur dan kemudian “Rajah” Sarawak di Barat Laut Borneo sebelum meluaskan kawasan di bawah pemerintahannya. Pada tanggal 19 Desember 1846, pulau Labuan dan sekitarnya diserahkan kepada James Brooke. Sedikit demi sedikit wilayah Brunei jatuh ke tangan Inggris melalui perusahaan-perusahaan dagang dan pemerintahnya sampai wilayah Brunei kelak berdiri sendiri di bawah protektorat Inggris sampai berdiri sendiri tahun 1984.
Pada 1967, Omar Ali Saifuddin III telah turun dari takhta dan melantik putra sulungnya Hassanal Bolkiah, menjadi Sultan Brunei ke-29. Baginda juga berkenan menjadi Menteri Pertahanan setelah Brunei mencapai kemmerdekaan penuh dan disandangkan gelar Paduka Seri Begawan Sultan. Pada tahun 1970, pusat pemerintahan negeri Brunei Town, telah diubah namanya menjadi Bandar Seri Begawan untuk mengenang jasa baginda. Baginda mangkat pada tahun 1986.
Pada 4 Januari 1979, Brunei dan Britania Raya telah menandatangani Perjanjian Kerjasama dan Persahabatan. Pada 1 Januari 1984, Brunei Darussalam telah berhasil mencapai kemerdekaan sepenuhnya.
Saat ini Brunei memiliki wilayah yang lebih kecil daripada masa lalu, dengan berbatasan dengan Serawak dari sebelah barat sampai timur wilayah itu, serta sebelah utara berbatasan dengan Laut Cina Selatan.
Geografi
Brunei terdiri dari dua bagian yang tidak berkaitan; 97% dari jumlah penduduknya tinggal di bagian barat yang lebih besar, dengan hanya kira-kira 10.000 orang tinggal di daerah Temburong, yaitu bagian timur yang bergunung-gunung. Jumlah penduduk Brunei 470.000 orang. Dari bilangan ini, lebih kurang 80.000 orang tinggal di ibukota Bandar Seri Begawan. Sejumlah kota utama termasuk kota pelabuhan Muara, serta kota Seria yang menghasilkan minyak, dan Kuala Belait, kota tetangganya. Di daerah Belait, kawasan Panaga ialah kampung halaman sejumlah besar ekspatriat, disebabkan oleh fasilitas perumahan dan rekreasi Royal Dutch Shell dan British Army. Klub Panaga yang terkenal terletak di sini. Iklim Brunei ialah tropis khatulistiwa, dengan suhu serta kelembapan yang tinggi, dan sinar matahari serta hujan lebat sepanjang tahun.
Ekonomi
Ekonomi kecil yang kaya ini adalah suatu campuran kewirausahaan dalam negeri dan asing, pengawalan kerajaan, kebajikan, serta tradisi kampung. Pengeluran minyak mentah dan gas alam terdiri dari hampir setengah PDB. Pendapatan yang cukup besar pekerjaan luar negeri menambah pendapatan daripada pengeluaran dalam negeri. Kerajaan membekali semua layanan pengobatan dan memberikan subsidi beras dan perumahan. Pemimpin-pemimpin Brunei merasa bimbang bahwa keterpaduan dengan ekonomi dunia yang semakin bertambah akan mempengaruhi perpaduan sosial dalam, walaupun Brunei telah memainkan peranan yang lebih kentara dengan menjadi ketua forum APEC pada tahun 2000. Rancangan-rancangan yang dinyatakan untuk masa hadapan termasuk peningkatan keterampilan tenaga buruh, pengurangan pengangguran, pengukuhan sektor-sektor perbankan dan pariwisata, serta secara umum, peluasan lagi asas ekonominya. Sistem Penerbangan Brunei Diraja, sistem penerbangan negara, sedang mencoba menjadikan Brunei sebagai pusat perjalanan internasional antara Eropa dan Australia/Selandia Baru. Ia juga mempunyai layanan ke tujuan-tujuan Asia yang utama.
Ekonomi Brunei Darussalam bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas dengan pendapatan nasional yang termasuk tinggi di dunia satuan mata uangnya adalah Brunei Dolar yang memiliki nilai sama dengan Dolar Singapura. Selain bertumpu pada sektor minyak bumi dan gas, pemerintah Brunei mencoba melakukan diversifikasi sumber-sumber ekonomi melalui upaya peningkatan di bidang perdagangan dan Industri.